Silahkan save dan print SK Tersebut

Klasifikasi Aktiva Tetap :
Faktor-Faktor Yang Menentukan Depresiasi:
Harga perolehan
Nilai sisa (residu)
Taksiran umur aktiva tetap/taksiran hasil aktiva tetap
Metode-Metode Depresiasi (Penyusutan) :
@Metode garis lurus (straight-line method)
@Metode jam jasa (service hours method)
@Metode hasil produksi (productive output method)
@Metode jumlah angka tahun (sum years digits methods)
@Metode saldo menurun (declining balance method
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Garis Lurus
Depresiasi dihitung dengan rumus :
Depresiasi = {(Harga perolehan – Nilai sisa) /Taksiran umur kegunaan}
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Jam Jasa
Depresiasi dengan metode ini dihitung dengan rumus :
Depresiasi/Jam = {(Harga perolehan – Nilai sisa)/Taksiran jam jasa }
Depresiasi = {(Depresiasi/jam) x Jam penggunaan}
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Hasil Produksi
Kode Etik Internal Audit
“Audit Internal merupakan kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif, yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi organisasi. Audit internal membantu organisasi untuk mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian, dan proses governance”
Sesuai dengan definisi dari The Institute of Internal Auditor (IIA) diatas, sebagai suatu profesi cirri utama auditor internal adalah kesddian menerima tanggung jawab terhadap kepentingan pihak – pihak yang dilayani. Agar dapat mengemban tanggung jawab ini secara efektif, auditor internal perlu memelihara standar perilaku yang tinggi
Standar Perilaku Auditor Internal
A.2. Membuat prioritas objek audit berdasarkan poin no. 1:
• H – 1 thn sekali
• M – 2 thn sekali
• L – 3 thn sekali
A.3. Menyusun Rencana Kerja Tahunan
Jadwal audit
Team Audit
B. Membuat Rencana Kerja Audit untuk Setiap Objek Audit
B.1. Memo pemberita-huan audit kepada manajemen yang bersangkutan 2 minggu sebelumnya (kecuali untuk special audit dan surprise audit)
B.2. Entrance meeting bersama sama dengan GM untuk melakukan update atas risk register (Risk Self Assessment)
B.3. Membuat prioritas atas proses-proses yang ada dalam objek audit.
H – sampel mulai dari 30
M – sampel mulai dari 10
L – sampel mulai dari 5
B.4. Membuat audit program
C. Melaksanakan Audit
C.1. Review atas mana-jemen atas objek audit yang bersangkutan.
• Struktur organisasi
• Pemisahan tugas
• Standard operating procedures
C.2. Melakukan observasi, analisa, diskusi, dll.
C.3. Melakukan pengujian atas transaksi dengan sampel seperti poin no. B.3
C.4. Closing meeting dengan manajemen yang bersangkutan dan diskusi atas isu-isu yang ada.
• Membuat draft laporan hasil audit di lapangan.
D. Melaporkan Hasil Audit
• Mendiskusikan draft laporan hasil audit bersama mana-jemen yang bersangkutan.
• Validasi isu
• Menyepakati action plan
• Membuat laporan hasil audit dan mendistribusi-kannya kepada manajemen yang terkait.
• Memonitor pelaksanaan atas action plan yang telah disepakati.
Kendala/hambatan dalam pelaksanaan pemupukan
Pengadaan pupuk yang terlambat mengakibatkan saat dibutuhkan tidak tersedia digudang
Kualitas pupuk yang rendah dapat mempengaruhi pertumbuhan, produktifitas tanaman dan kualitas buah
Faktor alam sangat mempengaruhi pada saat pengaplikasian pupuk dilapangan. Apabila pengaplikasian pupuk dilaksanakan pada musim kemarau maka pupuk tidak akan larut ke dalam tanah dan apabila pengaplikasian pupuk dilaksanakan pada saat musim hujan maka pupuk akan hanyut.
Lemahnya pengawasan pemupukan mengakibatkan tidak tepatnya dosis, cara pengaplikasian pupuk pada tanaman memberikan peluang untuk melakukan penyelewengan, baik yang dilakukan pekerja sendiri maupun orang luar.
Jalan dikebun yang rusak mengakibatkan pengangkutan pupuk terhambat baik dari supplier ke kebun maupun kelapangan serta truk pengangkut yang tidak tersedia.
Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian yang dilakukan untuk menjamin efektifitas dan efisiensi pemupukan dapat ditempuh antara lain:
Untuk menjamin pupuk tersedia tepat waktu maka bagian pengadaan bekerjasama dengan kebun dan penelitian dalam pengadaan seperti jadwal pemesanan, pengiriman dan penerimaan pupuk dikebun.
Untuk menjamin pupuk yang dibeli berkwalitas baik dilakukan test kualitas dilaboratorium
Untuk menjamin pemupukan dilakukan tepat waktu berdasrkan data curah hujan
Untuk menjamin bahwa semua tanaman telah dipupuk dengan tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat aplikasi pupuk perlu pengawasan dari Manajer kebun, assistant dan mandor.
Untk menjamin terhindarnya dari risiko kehilangan/pencurian, pastikan pengawasan dari mulai pengangkutan pupuk dari gudang samapi kelapangan serta selesai diaplikasikan.
Untuk menjamin kelancaran aktivitas transportasi pengangkutan pupuk, pastikan sarana jalan dan jembatan terpelihara dengan baik serta tersedia truk pengangkut pupuk
Peranan Internal Auditor dalam mendukung kelancaran aktivitas pengendalian pemupukan
Untuk menjamin kelancaran aktivitas pengendalaian pemupukan, Internal Auditor berperan serta dalam mengevaluasi aplikasi dilapangan sekaligus memberikan saran bila terdapat kelemahan dalam aplikasi atas kebijakan yang telah ditetapkan
Sejalan dengana rah dan perkembangan Internal Auditor, peranan Internal Auditor era 2000 bukan saja menguji ketaatan, tetapi sebagai berperan sebagai consultant dan catalyst.
6. Perhitungan benih
Sebelum dan sesudah penanaman, hal-hal tersebut di bawah harus dicatat :
- jumlah benih yang diterima
- jumlah benih yang rusak
- jumlah benih yang terinfeksi jamur
Benih yang terinfeksi jamur, diberi pelakuan dengan dithane 0.2% selama 2 menit dan ditanam ditempat terpisah. Benih-benih ini dicatat ketika ditanan.
Catat juga bibit-bibit yang terkena:
- Culling I pada umur 3 bulan,
- Culling II pada umur 6 bulan
- Culling III pada umur 9 bulan setelah tanam.
7. Naungan
Secara umum tidak perlu. Namun demikian, bila temperatur sangat tinggi dan kelembaban rendah, letakkan “lalang/jerami kering” dipermukaan polibag dan dibuang setelah 2 minggu.
8. Mulsa
Jika tersedia, tambahkan potongan cangkang sawit atau jerami/lalang kering di polibag untuk mengurangi penguapan, menghalangi tumbuhnya gulma dan mencegah erosi tanah saat penyiraman.
9. Penyiraman
Pada pagi dan sore hari, siram kurang lebih 1 liter air untuk polibag besar (atau 150ml untuk polibag kecil), jika curah hujan hari sebelumnya kurang dari 8 mm.
10. Jadwal pemupukkan
Ikuti pemupukan kelapa sawit.
11. Penyiangan gulma
Setelah penanaman, penyiangan gulma diluar dan didalam polibag dilakukan secara manual.
12. Pertumbuhan ganda/Triple
Tinggalkan yang terkuat lainnya dimusnahkan.
13. Seleksi/Pemunashaan
- Tipe kelapa sawit yang akan di culling terlampir
- Setelah culing pertama (3 bulan) pada bibitan satu tahap, dilakukan penjarangan polibag menjadi 90cm x 90cm segitiga (78cm diantara barisan).
- Untuk bibitan 2 tahap, bibit dari polibag kecil dipindahkan ke polibag besar dan disusun 90cm x 90cm berbentuk segitiga.
14. Collante
Jika persentase bibit dengan gejala collante tinggi hal ini biasanya disebabkan oleh penyiraman yang kurang. Karena gejala collante bukan geajala abnormal yang bersifat genetic, bibit collante tersebut harus dipelihara dan penyiraman ditambah.
15. Hama dan Penyakit
Jika ada serangan hama atau penyakit, lakukan tindakan sesuai petunjuk Hama dan Penyakit