Senin, 23 Februari 2009
Renungan Hidup
Kamis, 12 Februari 2009
Mempertimbangkan Risiko, Meraih Peluang
Lou Pearlman, manajer Back Street Boys, juga memulai usahanya dari sektor jasa transportasi helicopter, hingga akhirnya terjun juga ke bidang musik dengan mendirikan group-group seperti NSYNC, Natural dan Backstreet Boys. Lou Pearlman yakin bahwa setiap sektor usaha pasti akan mengalami titik jenuh, dimana persaingan akan menjadi makin ketat akibat daya tarik yang ditawarkan oleh keuntungan besar pada masa awal inovasi usaha tersebut. Oleh sebab itu setiap entrepreneur dan investor sejati harus selalu siap dengan alternatif kedua, ke bidang mana ia dapat hengkang sewaktu-waktu untuk pindah ke sektor yang lebih menawarkan keuntungan.Untuk itulah, sebagai investor, Lou Pearlman selalu mengevaluasi portofolio investasinya, disamping selalu mempelajari kemungkinan untuk hijrah ke berbagai bidang lain yang belum pernah dirambahnya.
Mungkin kita selama ini lebih banyak mengenal Prof. Dr. Marsudi W. Kisworo sebagai Guru Besar di bidang DNA Computing, IT. Tahukah Anda bahwa Prof. Marsudi juga adalah seorang entrepreneur dan investor yang menerapkan strategi investasi dalam bentuk portofolio. Investasi yang dilakukan beliau adalah dalam bentuk jasa biro hukum, pelatihan manajemen, konsultan IT sampai ke distribusi produk elektronik. Pak Marsudi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor di Swiss-German University – BSD City, memulai investasinya dari usaha kecil-kecilan semasa beliau masih menjabat sebagai Engineering Support Manager di PT Elnusa. Saat ini ia telah mendelegasikan manajemen usaha tersebut pada para profesional yang lebih memiliki waktu dan konsentrasi penuh, sementara ia hanya mengawasi jalannnya bisnis tersebut sebagai pemegang saham sembari mengabdi di dunia pendidikan.
Rabu, 14 Januari 2009
SK BAPEPAM tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Audit Internal
Minggu, 11 Januari 2009
The Internal Audit Committee: Empowerment and Expectations
In some organizations, internal auditing is not widely recognized for its invaluable role. It is critical that audit customers throughout the organization understand the value that internal auditors can bring to their operations by identifying opportunities for enhancing efficiencies and effectiveness. The audit committee, in concert with executive management, can play a critical role in empowering and elevating the image of the internal audit activity, ensuring that it is not misunderstood. By routinely communicating its value throughout the organization, those at the top can and should promote the importance of the internal audit activity. They can position the function as fully empowered to provide a critical check for management, to be a knowledgeable provider of assurance and a revered consultant,
and to add value to the organization’s governance, risk management, and internal control processes.
10-point Oversight Checklist
To provide adequate oversight of internal auditing, an audit committee should ensure the following:
1. The audit committee engages in an open, transparent relationship with the chief audit executive (CAE).
2. The audit committee reviews and approves the internal audit charter annually.
3. A s a result of discussions with the CAE , the audit committee has a clear understanding of the strengths and weaknesses of the organization’s internal control and risk management systems.
4. The internal audit activity is sufficiently resourced with competent, objective internal audit professionals to carry out the internal audit plan, which has been reviewed and approved by the audit committee.
5. The internal audit activity is empowered to be independent by its appropriate reporting relationships to executive management and the audit committee.
6. The audit committee addresses with the CAE all issues related to internal audit independence and objectivity.
7. The internal audit activity is quality oriented, and has in place a Quality Assurance and Improvement Program.
8. The audit committee regularly communicates with the chief audit executive about the performance and improvement of the CAE and the internal audit activity.
9. Internal audit reports are actionable, and audit recommendations and/or other improvements are satisfactorily implemented by management.
10.The audit committee meets periodically with the CAE without the presence of management.
The Internal Audit Committee: Internal Audit Oversight
Internal Audit Oversight
Roles and Responsibilities
Over the years, the roles and responsibilities of boards of directors — specifically, of the board’s audit committee, if in existence — have become increasingly demanding and scrutinized. While today’s audit committee must encompass a level of financial literacy, independence, and knowledge about risk management and internal control; individual audit committee members must be deeply committed, highly experienced, and fully qualified in order to effectively carry out their varied responsibilities.
Among the many important roles the audit committee plays within an organization, is to provide Internal audit oversight. While — at first glance — this role might not appear to be terribly complex or time-consuming, further consideration reveals that the reality is the antithesis of simplicity. And as internal auditing’s contribution to effective organizational governance has evolved and become increasingly acknowledged and revered, the audit committee’s understanding of internal audit value, processes and procedures, strengths and weaknesses, and potential has escalated exponentially. As such, best practice indicates that the audit committee should define in its charter the scope of its relationship with the internal auditors, and should work to enhance
its oversight ability — subsequently strengthening the internal audit activity.
Quality-oriented audit committees beget quality-oriented internal audit activities. But the return on investment goes both ways. The internal auditors also can be an important resource for audit committee enhancement. They do this by reviewing the audit committee charter, providing timely information on new legislation and regulations, and fulfilling the role of educator to audit committee members.
Minggu, 28 Desember 2008
AKTIVA TETAP
Klasifikasi Aktiva Tetap :
- Aktiva Tetap Berwujud
- Aktiva Tetap Tidak Berwujud
1. Hak Paten
2. Hak Royalti
3. Hak Pengusahaan Hutan (HPH)
4. Hak Konsesi
5. Dll
Aktiva Tetap Berwujud
Aktiva-aktiva berwujud yang sifatnya relative permanent (jangka waktu penggunaannya lebih dari satu periode akuntansi) yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal
- Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas
- Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bisa diganti dengan aktiva sejenis
- Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis,
Faktor-Faktor Yang Menentukan Depresiasi:
Harga perolehan
Nilai sisa (residu)
Taksiran umur aktiva tetap/taksiran hasil aktiva tetap
Metode-Metode Depresiasi (Penyusutan) :
@Metode garis lurus (straight-line method)
@Metode jam jasa (service hours method)
@Metode hasil produksi (productive output method)
@Metode jumlah angka tahun (sum years digits methods)
@Metode saldo menurun (declining balance method
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Garis Lurus
Depresiasi dihitung dengan rumus :
Depresiasi = {(Harga perolehan – Nilai sisa) /Taksiran umur kegunaan}
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Jam Jasa
- Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa aktiva (terutama mesin-mesin) akan lebih cepat rusak bila digunakan sepenuhnya (full time)
- Dalam cara ini beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan jam jasa. Beban depresiasi periodic besarnya akan sangat tergantung pada jam jasa yang terpakai (digunakan).
Depresiasi dengan metode ini dihitung dengan rumus :
Depresiasi/Jam = {(Harga perolehan – Nilai sisa)/Taksiran jam jasa }
Depresiasi = {(Depresiasi/jam) x Jam penggunaan}
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Hasil Produksi
Depresiasi/satuan = {(Harga perolehan – Nilai sisa) /Taksiran hasil produksi}
Depresiasi = (Depresiasi/satuan x satuan hasil produksi)
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Jumlah Angka Tahun
Dalam metode ini umur kegunaan aktiva ditaksir dalam satuan jumlah unit hasil produksi. Beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan hasil produksi, sehingga depresiasi tiap periode akan berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi hasil produksi. Depresiasi dihitung sebagai berikut :
Depresiasi/satuan = { (Harga perolehan – Nilai sisa) / Taksiran hasil produksi}
Depresiasi = (Depresiasi/satuan x satuan hasil produksi)
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Jumlah Angka Tahun
Perhitungan beban depresiasi :
Thn -1 : Depresiasi = H. Perolehan - Nilai Sisa (Thn akhir / ∑ n )
Thn – n : Depresiasi = H..Perolehan - Nilai Sisa ( (Thn akhir–thn n+1) /∑ n )
Depresiasi (Penyusutan) Aktiva Tetap Berwujud – Metode Saldo Menurun
Dalam cara ini beban depresiasi periodic dihitung dengan cara mengalikan tariff yang tetap dengan nilai buku aktiva.
Karena nilai buku aktiva tetap setiap tahun selalu menurun maka beban depresiasi tiap tahunnya juga selalu menurun.
n Tarif ini dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
T = 1 - √ Nilai sisa/Harga Perolehan
Depresiasi = T x (Harga Perolehan – Nilai Sisa)
Pengeluaran-Pengeluaran Aktiva Tetap Berwujud
Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure), adalah pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Oleh karena itu pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening biaya
Perolehan Aktiva Tetap Berwujud
Pembelian tunai/kredit
Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian dicatat dalam buku-buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan atau yang harus dikeluarkan agar aktiva tetap itu siap untuk dipakai, seperti biaya angkut, bea balik nama, biaya pemasangan dan lain-lain.
Jurnal yang dibuat :
Dr. Aktiva Tetap ........Rp. xxx
.............Cr. Kas/Hutang ...........Rp. xxx
Perolehan Aktiva Tetap Berwujud
Ditukar dengan Surat-Surat Berharga
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan, dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar. Apabila harga pasar saham atau obligasi tidak diketahui, harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut. Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat-surat berharga yang dikeluarkan.
Jurnal yang dibuat :
Dr. Aktiva Tetap ...............Rp. Xxx
............Cr. Modal saham ..................Rp. Xxx
............Cr. Agio saham .....................Rp. Xxx
Ditukar dengan aktiva tetap yang lain
Pertukaran Aktiva Tetap Yang Tidak Sejenis
Aktiva tetap yang tidak sejenis adalah aktiva tetap yang sifat dan fungsinya tidak sama
Dalam prinsip akuntansi Indonesia
“Bahwa bila menyangkut pertukaran dengan aktiva tetap yang tidak sejenis, perbedaan antara nilai buku aktiva tetap yang diserahkan dengan nilai wajar yang digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai laba atau rugi pertukaran aktiva tetap.”
Perolehan Aktiva Tetap Berwujud (Pertukaran Aktiva Tetap Yang Tidak Sejenis)
Jika diperoleh laba pertukaran
Dr. Aktiva tetap (Baru) ........................................Rp. xxx
Dr. Akumulasi depresiasi aktiva tetap (lama) ..Rp. xxx
........Cr. Kas .....................................................................Rp. xxx
........Cr. Aktiva tetap (Lama) ........................................Rp. xxx
........Cr. Laba pertukaran aktiva tetap ........................Rp. xxx
Dr. Aktiva tetap (Baru) ........................................Rp. xxx
Dr. Akumulasi Depresiasi aktiva tetap lama .....Rp. xxx
Dr. Rugi pertukaran aktiva tetap .......................Rp. xxx
........Cr. Kas .......................................................................Rp. xxx
........Cr. Aktiva tetap (Lama) ..........................................Rp. xxx
Prinsip akuntansi Indonesia menyatakan bahwa laba yang timbul akan ditangguhkan (mengurangi harga perolehan aktiva tetap yang bersangkutan).
Apabila pertukaran tersebut menimbulkan kerugian maka ruginya dibebankan dalam periode terjadinya pertukaran.
Pencatatan ke dalam Jurnal :
Jika diderita rugi pertukaran :
Dr. Aktiva tetap (baru) .........................................Rp. xxx
Dr. Akumulasi depresiasi aktiva tetap lama ......Rp. xxx
Dr. Rugi pertukaran aktiva tetap ........................Rp. xxx
.............Cr. Aktiva tetap (lama) ................................................Rp. xxx
.............Cr. Kas ............................................................................Rp. Xxx
Dr. Aktiva tetap (baru) ........................................Rp. xxx
Dr. Akumulasi depresiasi aktiva tetap lama .....Rp. xxx
............Cr. Aktiva tetap (lama) .................................................Rp. xxx
............Cr. Kas .............................................................................Rp. Xxx
Perolehan Aktiva Tetap Berwujud
Aktiva tetap yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya.
Jurnal yang dibuat untuk mencatat aktiva tetap yang diperoleh dari donasi adalah :
Dr. Aktiva Tetap ........Rp. xxx
..........Cr. Modal ............................Rp. Xxx
Semua biaya yang timbul dalam masa pembuatan aktiva tetap, dibebankan sebagai harga perolehan aktiva tetap.
Penghentian Aktiva Tetap
Aktiva tetap dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual, ditukarkan, ataupun karena rusak.
Pada waktu aktiva tetap tersebut dihentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan.
Jumat, 26 Desember 2008
30 Etos Kerja
1. Outgoing personality: jarang di tempat! Jalan-jalan melulu
2. Great presentation skills: pinter ngebual
3. Good communication skills: chating mulu, ngobrol sana-sini
4. Works first! : bingung mikirin jodoh
5. Active socially: suka ngabisin makanan orang
6. Independent worker: sibuk sendiri, orang lain gak tau apa yang dikerjain
7. Quick thinking: pinter ngeles
8. Careful thinker: gak bisa ngambil keputusan
9. Good thinker for dificult jobs: sukses berkat kerja keras orang lain
10. Good leadership: suaranya kuenceng tenant
11. Good judgement: lucky terus..
12. Good sense of humour: banyak stock humor porno
13. Career minded: suka ngejelek2in pekerjaan orang lain
14. Loyal: gak dapet pekerjaan di tempat lain
15. Great value of company: datang tepat waktu
16. Good credibility: ngutang terus! kolektor kartu kredit
17. Pegawai negri minded: pinter cari tempat dan waktu untuk tidur
18. Wide knowledge: browsing truss!! download truss!
19. Open minded: suka ngintip email orang
20. Efficient worker: lagi ngejar uang efesiensi
21. Good team work: cepat bikin team ..kalo lagi banyak kerjaan
22. Potential worker: nyari lowongan truss!!
23. Entrepreneurship minded: gak bisa diatur! maunya kerja sendiri
24. Key person: pegang kunci...suka over time
25. Good vision: punya banyak stock gambar syurrr
26. Good listener: tukang gosip, suka nguping pembicaraan orang
27. Problem solver: orang yang tepat buat dimaki2 saat ada problem
28. Good emotional intelligence: menyelesaikan persoalan dengan marah2
29. High intelligence quotient: intelegensinya dipertanyakan
30. Good management: punya asistent, konsultant & outsource..tinggal nyantai
Rabu, 17 Desember 2008
pasar ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia tahun depan masih tumbuh
http://www.tempo.co.id/hg/bisnis/2008/12/04/brk,20081204-149608,id.html
Senin, 08 Desember 2008
Kode Etik Internal Audit
Kode Etik Internal Audit
“Audit Internal merupakan kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif, yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi organisasi. Audit internal membantu organisasi untuk mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian, dan proses governance”
Sesuai dengan definisi dari The Institute of Internal Auditor (IIA) diatas, sebagai suatu profesi cirri utama auditor internal adalah kesddian menerima tanggung jawab terhadap kepentingan pihak – pihak yang dilayani. Agar dapat mengemban tanggung jawab ini secara efektif, auditor internal perlu memelihara standar perilaku yang tinggi
Standar Perilaku Auditor Internal
- Auditor Internal harus menunjukkan kejujuran, objektivitas, dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas dan memenuhi tanggung jawab profesinya.
- Auditor Internal harus menunjukkan loyalitas terhadap organisasinya atau terhadap pihak yang dilayani. Namun demikian, auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan – kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum.
- Auditor Internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam tindakan atau kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi audit internal atau mendiskreditkan organisasinya.
- Auditor Internal harus menahan diri dari kegiatan – kegiatan yang dapat menimbulakan konflik dengan kepentingan organisasinya; atau kegiatan – kegiatan yang dapat menimbulakan prasangka, yang meragukan kemampuannnya untuk dapat melaksanakan tugas dan memenuhi tanggung jawab profesinya secara objektif.
- Auditor Internal tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk apapun dari karyawan, klien, pelanggan, pemasok, ataupun mitra bisnis organisasinya, yang dapat, atau patut diduga dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.
- Auditor Internal hanya melakukan jasa – jasa yang dapat diselesaikan dengan menggunakan kompetensi professional yang dimilikinya.
- Auditor Internal harus mengusahakan berbagai upaya agar senantiasa memenuhi Standar Profesi Audit Internal
- Auditor Internal harus bersikap hati – hati dan bijaksana dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya. Auditor Internal tidak boleh menggunakan informasi rahasia:
a. Untuk mendapatkan keuntungan Pribadi
b. Secara melanggar hukum, atau
c. Yang dapat menimbulkan kerugian terhdap organisasinya - Dalam melaporkan hasil pekerjaannya, auditor internal harus mengungkapakan semua fakta – fakta penting yang diketahuinya, yaitu fakta – fakta yang jika tidak diungkap dapat
a. Mendistorsi laporan atas kegiatan yang direviu, atau
b. Menutupi adanya praktik – praktik yang melanggar hukum - Auditor Internal harus senantiasa meningkatkan kompetensi serta efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugasnya. Auditor internal wajib mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan
Rabu, 26 November 2008
Metamorfosa Internal Audit
IIA’S BOARD OF DIRECTOR JUNE 1999
Kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan peningkatan kegiatan suatu organisasi, dengan membantu organisasi tersebut mencapai tujuannya melalui penilaian (evaluasi) dan peningkatan efektifitas manajemen resiko, pengendalian (control) dan tata cara pengaturan perusahaan (corporate governance).
Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan yang sistematis dan teratur.
THE NEW DEFINITION OF INTERNAL AUDITINTERNAL AUDITING IS AN INDEPENDENT, OBJECTIVE ASSURANCE AND CONSULTING ACTIVITY, DESIGNED TO ADD VALUE AND IMPROVE AN ORGANIZATION’S OPERATIONS. IT HELPS AN ORGANIZATION IN ACCOMPLISHING ITS OBJECTIVES BY BRINGING A SYSTEMATIC, DISCIPLINED APPROACH TO EVALUATE AND IMPROVE THE EFFECTIVENESS OF RISK MANAGEMENT, CONTROL AND GOVERNANCE PROCESSES.
DASAR PEMIKIRAN DEFINISI INTERNAL AUDITING
1. Internal auditing ditentukan oleh hasil pelaksanaan kegiatan dari pada oleh siapa yang melakukan dan apa yang dilakukan.
2. Untuk tetap “eksis” profesi internal auditing harus dipandang sebagai kontributor nilai tambah bagi organisasi.
3. Internal auditing harus mengadaptasi prespektif “entity value chain”
4. Struktur konseptual Internal Auditing harus merefleksikan pemicu Kegiatan Organisasi.
5. Standar dan Ketentuan profesi Internal Auditing harus mengarah kepada pembentukan Citra Profesi yang mempunyai keunikan.
DEFINISI LAMA
Internal Audit adalah fungsi apprisal yang independen yang membantu anggota organisasi dalam melaksanakan efektivitas tanggung jawabnya sebagai pelayanan kepada organisasi
Definisi lama
Fungsi apprisial yang indenpenden
Definisi baru
Kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif
Definisi Lama
Menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi sebagai jasa pelayanan kepada organisasi
Defenisi Baru
Mendisain nilai tambah dan peningkatan operasi perusahaan
Definisi Lama
Membantu anggota organisasi dalam melaksanakan efektivitas tanggung jawabnya.
Definisi Baru
Membantu organisasi dalam mencapai tujuannya
Definisi Lama
Meningkatkan efektivitas pengendalian pada biaya yang wajar
Definisi Baru
Senin, 24 November 2008
Internal Audit Methodology
Pada intinya ada 4 langkah utama dalam metodologi audit yaitu:
A. Membuat Rencana Kerja Audit Tahunan
B. Membuat Rencana Kerja Audit untuk Setiap Objek Audit
C. Melaksanakan Audit
D. Melaporkan Hasil Audit
A. Membuat Rencana Kerja Audit Tahunan
A.1. Risk Assessment atas semua objek audit.
v Risk Indikator
v Risk register
A.2. Membuat prioritas objek audit berdasarkan poin no. 1:
• H – 1 thn sekali
• M – 2 thn sekali
• L – 3 thn sekali
A.3. Menyusun Rencana Kerja Tahunan
Jadwal audit
Team Audit
B. Membuat Rencana Kerja Audit untuk Setiap Objek Audit
B.1. Memo pemberita-huan audit kepada manajemen yang bersangkutan 2 minggu sebelumnya (kecuali untuk special audit dan surprise audit)
B.2. Entrance meeting bersama sama dengan GM untuk melakukan update atas risk register (Risk Self Assessment)
B.3. Membuat prioritas atas proses-proses yang ada dalam objek audit.
H – sampel mulai dari 30
M – sampel mulai dari 10
L – sampel mulai dari 5
B.4. Membuat audit program
C. Melaksanakan Audit
C.1. Review atas mana-jemen atas objek audit yang bersangkutan.
• Struktur organisasi
• Pemisahan tugas
• Standard operating procedures
C.2. Melakukan observasi, analisa, diskusi, dll.
C.3. Melakukan pengujian atas transaksi dengan sampel seperti poin no. B.3
C.4. Closing meeting dengan manajemen yang bersangkutan dan diskusi atas isu-isu yang ada.
• Membuat draft laporan hasil audit di lapangan.
D. Melaporkan Hasil Audit
• Mendiskusikan draft laporan hasil audit bersama mana-jemen yang bersangkutan.
• Validasi isu
• Menyepakati action plan
• Membuat laporan hasil audit dan mendistribusi-kannya kepada manajemen yang terkait.
• Memonitor pelaksanaan atas action plan yang telah disepakati.
Minggu, 23 November 2008
Curriculum Vitae
PERSONAL PARTICULARS
Name : Aden Sudomo Siregar,STP,QIA
Sex : Male
Place/date birth : Aek Nagaga/10 May 1979
Status : Married
EMPLOYMENT HISTORY
September 2004 – Present
Auditor – Internal Audit & Risk Management Dept.
Responsibilities:
Routine Audit as Annual Audit Plan (AAP), Special Audit as Management Request, Adhoc Audit (Audit with Other Department), Taking Responsibilities as a special job.
Superior:
August 2003 – August 2004 PT. UNITED KINGDOM INDONESIAN PLANTATION (ANGLO EASTERN PLANTATION GROUP)
Field Assistant
Responsibilities:
EDUCATIONAL BACKGROUND
Formal
North Sumatera University, Agriculture University, Agricultural Engineering
Qualified Internal Auditor (QIA) from DSQIA Yayasan Pendidikan Internal Auditor
Various Trainings
26 – 28 August 2008 Internal Audit & Risk Management Conference III, Arwiga Hotel Bandung
6 – 7 December 2007 The Institute of Internal Auditors National Conference, Hyatt Regency Bandung
19 – 20 November 2007 Effective Problem Solving, Jakarta
6 – 8 August 2007 Internal Audit & Risk Management Conference II ( Internal Audit & Risk Management Practices ), Classie Hotel Palembang
18 – 21 December 2006 Internal Audit & Risk Management Conference I ( Internal Audit Management, Internal Audit Practices, Report Writing, Risk Management Practices ), Stock Exchange Club Uni Plaza Medan
06 – 16 February 2006 Audit Intern Managerial, YPIA Jakarta
12 – 23 December 2005 Audit Intern Advance II, YPIA Jakarta
28 Nov – 09 Dec 2005 Audit Intern Advance I, YPIA Jakarta
14 – 25 November 2005 Audit Intern Basic II, YPIA Jakarta
03 – 14 October 2005 Audit Intern Basic I, YPIA Jakarta
20 – 24 June 2005 TD System Training with Team TD & ROA (No Certificate)
09 – 13 May 2005 Workshop Business Process Risk Assessment with Team EY Consultant, Emerald Garden Hotel Medan (No Certificate)
12 – 15 October 2004 Internal Audit Inhouse Training (Risk Base Audit, Internal Control, Quality Assurance, The Role of IT, IT Audit & Control, IT Planning & Organization, Process & Control, Acquisition & Implementation, Delivery & Support, Security & Monitoring) Medan
13 June – 19 August 2002 Conversation Class, The Yanada English Center
07 June – 20 Sept 2001 Special Office Packet, TRICOM
Others
Interest Sport (Billiard, Jogging), Travelling
AKTIVITAS PENGENDALIAN DALAM PELAKSANAAN PEMUPUKAN
Qualified Internal Auditor (QIA)
AKTIVITAS PENGENDALIAN DALAM PELAKSANAAN PEMUPUKAN
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Kelapa sawit merupakan tanaman komoditi perkebunan yang cukup penting dan memiliki prospek cukup cerah bagi perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis. Aktivitas pengendalian dan pelaksanaan pemupukan kelapa sawit merupakan satu faktor pemeliharaan tanaman yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan serta produktivitas maksimal, hingga tandan buah segar (TBS) dapat diperoses menjadi produk setengah jadi crude palm oil dan crude palm kernel (CPO dan CPK).
Pengelolaan aplikasi pupuk diperkebunan bertujuan untuk menciptakan kondisi tanah dan tanaman memilikk kandungan hara yang berimbang dan cukup untuk menjamin pertumbuhan dan produksi sebagaiamana yang diharapkan sesuai dengan produktivitas lahan dan potensi tanaman. Besarnya biaya pemupukan kelapa sawit 60% dari total biaya pemeliharaan tanaman dengan tingkat risiko yang sangat tinggi apabila pelaksanaanya tidak mengikuti kaidah yang benar akan mengakibatkan mubazirnya biaya pupuk dan kehilangan produksi dimasa yang akan datang (2-3 tahun ke depan). Oleh karena itu pemupukan harus dilakukan tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat aplikasi.
Banyak faktor yang mempengaruhi tidak efektifnya pelaksanaan pemupukan tanaman kelapa sawit antara lain adalah : pupuk yang tersedia digudang tidak sesuai jenis dan jumlah yang dibutuhkan, minimnya tenaga pemupukan yang terampil, cuaca yang tidak mendukung, areal piringan sawit yang kotor (semak), sarana jalan dan jembatan kelapangan/areal yang dipupuk rusak serta truk angkut pupuk tidak tersedia.
Untuk mendukung terlaksananya aktivitas pengendalian yang efektif dengan tujuan agar tanaman kelapa sawit tumbuh dengan subur sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan sehingga memperoleh hasil yang maksimal dan berkwalitas baik. Unutk itu pernanan Internal Audit sangat dibutuhkan agar proses ini dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh manajemn perusahaan, sehingga ketaatan terhadap ketepatan pelaksanaan dan pengawasan pemupukan dapat dikendalikan secara efektif dan efesien.
Sesuai dengan perkembangan Intenal Audit, diperusahaan perkebunan pernanan Internal Audit sangat dibutuhkan dan dituntut mempunyai pandangan luas, serta pemahaman terhadap berbagai aspek yaitu organisasi, keuangan, administrasi, operasional kebun, operasional pabrik, pengendalian dan lingkungan serta dapat mengembangkan hubungan komunikasi secara efektif dengan pihak auditee dan manajemen, sebagai syarat untuk mencapai profesional yang sukses
BAB II
RUJUKAN TEORI
PENGERTIAN AKTIVITAS PENGENDALIAN (CONTROL ACTIVITIES)
Aktivitas pengendalian merupakan salah satu komponen dari pengendalian internal. Aktivitas pengendalian adalah berbagai kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk meyakinkan bahwa tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko benar-benar dilaksanakan dan dlaam waktu yang tepat.
Setelah risiko – risiko yang penting diidentifikasi dan diprioritaskan, maka organisasi perlu mengambil langkah – langkah untuk mengurangi sampai pada tingkat yang accaptable.
ALAT AKTIVITAS PENGENDALIAN
Alat kontrol yang dipergunakan dalam aktivitas pengendalian yaitu hard control dam soft control
Hard Control
Pada pengendalian ini dititkberatkan pada sarana dan kelengkapan organisasi serta pengaturan kewenangan dan tanggung jawab dalam proses pengambilan keputusan dam pelaksanaan kegiaatan. Contoh:
v Kebijakan / prosedur
v Struktur Organisasi
v Birokrasi
v Pengambilan keputusan yang terpusat
Soft Control
Merupakan pengendalian yang lebih penting dari pengendalian lainya yang menitikberatkan pada unsur manusia yakni skill, perilaku, nilai dan suasana yang terdapat pada individu dan komunikasi personal anatar individu dalam organiasasi. Contoh:
v Kompetensi
v Kepercayaan
v Kebersamaan nilai
v Kepemimpinan yang kuat
v Ekspektasi yang tinggi
v Keterbukaan
v Standard etika yang tinggi
AKTVITAS PENGENDALIAN LAINNYA
Ada 5 (lima) kategori aktvitas pengendalian sbb
1. Pemisahan tugas yang memadai
Ada 4 (empat) pedoman umum pemisahan tugas untuk mencegah baik kesalahan yang disengaja maupun yang tidak adalah:
1.1 . Pemisahan tugas penyimpangan aktiva dari akuntansi
Mencegah seseorang merangkap dua fungsi, untuk menghindari peluang orang berbuat curang dengan memanfaatkan kondisi yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi
1.2. Pemisahan tugas otorisasi transaksi dari tugas penyimpangan aktiva yang dimaksud
Hal ini untuk mencegah seseorang mempunyai fungsi yang ganda yaitu otorisasi transaksi juga memiliki pengendalian atas aktiva, untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan dan kerugian bagi perusahaan
1.3. Pemisahan tanggung jawab operasional dan tanggung jawab pencatatan
Hal ini perlu untuk menghindari adanya kecenderungan hasilnya akan menyimpang (bias). Pada prinsipnya, seluruh struktur organisasi usaha harus memiliki pemisahan tugas untuk meningkatkan efisiensi operasi dan komunikasi yang efektif. Disimpulkan bahwa pemisahan tugas ini sangatlah bervariasi, tergantung dari ukuran perusahaan.
2. Otorisasi atas transaksi dan aktivitas semestinya
Setiap transaksi harus diotorisasikan dengan semstinya jika pengendalian ingin dianggap memuaskan. Otorisasi sifatnya dapat umum atau khusus. Otorisasi umum artinya manajemen menetapkan kebijakan organisasi untuk diikuti. Contoh: penetapan produksi yang harus dicapai. Otorisasi khusus berhubungan dengan transaksi individual. Contoh kebijakan transaksi penjualan mobil bekas perusahaan untuk staffnya.
3. Dokumen – dokumen dan catatan yang memadai
Dokumen dan catatan merupakan bukti fisik atas transaksi yang dicatat untuk diikhtisarkan. Dokumen dan catatan untuk terciptanya pengendalian intern yang efektif antara lain:
3.1. Menggunakan nomor urur (prenumbered form)
3.2. Dokumen harus disiapkan pada saat transaksi atau sesegera mungkin setelah transaksi terjadi
3.3. Dokumen harus cukup sederhana untuk memperoleh kepastian bahwa dokumen tersebut dapat dengan jelas dipahami
3.4 Sebaiknya dokumen dirancang untuk berbagai manfaat hal ini untuk meminimalkan banyaknya dokumentasi
3.5. Dokumen disiapkan dengan suatu cara yang dapat mendorong persiapan yang benar atas penggunaanya
4. Pengawasan fisik atas Aktiva dan catatan
Ukuran proteksi yang paling penting untuk pengamanan aktiva dan catatan adalah tindakan pencegahan secara fisik. Contoh: Penggunaaan gudang persedian untuk pencegahan dari pencurian, penempatan petugas satpam dan pembuatan pagar besi disekeliling lokasi perusahaan.
5. Pengechekan yang independen atas kinerja
Prosedur pengendalian adalah verifikasi internal atau pengechekan independen yang terus menerus dan hati – hati. Karakteristik yang esensial dari petugas pelaksana adalah dia harus bebas dari individu yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan data
BAB III
AKTVITAS PENGENDALIAN DALAM PELAKSANAAN PEMUPUKAN
AKTIVITAS DAN PROSEDUR PEMUPUKA KELAPA SAWIT
1. Persiapan pemupukan
Untuk melakukan pemupukan terlebih dahulu melakukan persiapan – persiapan, dapat dibagi atas 5 (lima) tahapan yaitu sbb:
1.1. Lapangan
Areal dibersihkan. Piringan tanaman bebas tumbuhan rumput dengan cara manual dan chemical
Pada areal rendahan, drainase sudah harus disiapkan yang bertujuan untuk menghindari terjadinya penggenangan air diareal dan pada areal berbukit sudah harus disiapkan piringan kelapa sawit untuk menghindari pupuk hanyut bila turun hujan.
Untuk transportasi pengangkutan pupuk, jalan dan jembatan dalam kondisi baik
1.2. Stok pupuk
Pupuk yang akan ditaburkan ke areal tersedia digudang sesuai dengan jenis (mis: Urea, MOP, RP, dll) dengan jumlah yang dosis dan luas hektar (ha) yang ada.
1.3. Penentuan jenis dan dosis pupuk
Penentuan jenis dan dosis pupuk didasarkan atas hasil penelitian analisa daun yang dilakukan laboratorium. Rekomendasi pemupukan secara umum memperhitungkan beberapa faktor antara lain kandungan hara tanah, kandungan hara dalam daun dan target produksi yang akan dicapai.
1.4. Tenaga kerja
Memberikan pelatihan kepada tenaga pemupuk, sistim dan prosedur pupuk yang baik.
Jumlah tenaga tersedia dengan rasio pemupuk (0,4 – 0,7 per ha) tergantung pada dosis pupuk yang akan diaplikasikan (per pohon dan luas ha)
Tenaga mandor tersedia sesuia dengan rasio pemupuk (1 mandor ± tenaga pemupuk)
1.5. Persiapan peralatan pemupukan
Gendongan dari kain/plastik
Ember plastik (ukuran 15 – 20 kg)
Takaran untuk menabur pupuk yang telah ditetapkan ukurannya
1. 2. Pelaksanaan Pemupukan
2.1. Aplikasi pemupukan dilakukan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu semester I pada bulan Januari – Juni dan semester II bulan Juli – Desember berdasarkan kondisi lapangan dan hasil analisa daun.
2.2. Pelaksanaan pemupukan dilakukan tepat waktu, pada saat awal dan akhir musim hujan (curah hujan 150 – 200 mm per bulan) dengan interval pengaplikasian 3 -4 minggu untuk beberapa jenis pupuk tunggal (MOP, Urea, Borate, Kiesrite dan Rockphospate)
2.3. Pupuk harus diangkut dan diecer kelapangan pada pagi hari sebelum pemupukan dilakukan. Pupuk tidak diperbolehkan diangkut dan diecer pada sore hari untuk pekerjaan pemupukan esok harinya. Pupuk yang sudah diecer dijalan harus sudah dialngsir ke gawangan sebelum pembagian pupuk kepada pemupuk.
2.4. Dosis pemupukan berdasarkan pada hasil analisa daun dalam satuan gram yang diekomendasikan.
2.5. Tanaman yang dipupuk adalah areal yang telah bersih dan telah mendapat program pemeliharaan seperti weeding circle, sanitasi dll
2.6. Penaburan pupuk dengan cara meletakkan pupuk pada piringan secara melingkar. Pada areal berbukit dimana pohon berada pada teras/tapak kuda, pupuk harus ditaburkan pada bagian dekat dinding teras/tapak kuda, tidak boleh ditabur pada bibir teras/tapak kuda.
3. Pengawas Pemupukan
Pengawasan pemupukan meliputi:
3.1. Memastikan bahwa pupuk telah diaplikasikan sesuai dengan program aplikasi
3.2. Memastikan pemupukan dilakukan tepat waktu berdasrkan data curah hujan
3.3. Memastikan bahwa pupuk telah diecer pada pagi hari sebelum dilakukan pemupukan
3.4. Memastikan pengaplikasian pupuk telah sesuai dengan dosis yang telah direkomendasikan
3.5.Memastikan bahwa areal yang dipupuk adalah piringan/areal yang telah bersih dan mendapat program pemeliharaan seperti: Weeding circle, sanitasi dll
3.6.Memastikan cara pemupuakn telah tepat dilakukan serta seluruhnya ditaburkan kelapangan dan tidak ada penyelewengan (misalnya pencurian yang dilakukan oleh pekerja baik pada saat pengangkutan pupuk dari gudang maupun pada saat pengaplikasian dilapangan), maka karung pupuk harus dikembalikan ke gudang kebun.
Kendala/hambatan dalam pelaksanaan pemupukan
Pengadaan pupuk yang terlambat mengakibatkan saat dibutuhkan tidak tersedia digudang
Kualitas pupuk yang rendah dapat mempengaruhi pertumbuhan, produktifitas tanaman dan kualitas buah
Faktor alam sangat mempengaruhi pada saat pengaplikasian pupuk dilapangan. Apabila pengaplikasian pupuk dilaksanakan pada musim kemarau maka pupuk tidak akan larut ke dalam tanah dan apabila pengaplikasian pupuk dilaksanakan pada saat musim hujan maka pupuk akan hanyut.
Lemahnya pengawasan pemupukan mengakibatkan tidak tepatnya dosis, cara pengaplikasian pupuk pada tanaman memberikan peluang untuk melakukan penyelewengan, baik yang dilakukan pekerja sendiri maupun orang luar.
Jalan dikebun yang rusak mengakibatkan pengangkutan pupuk terhambat baik dari supplier ke kebun maupun kelapangan serta truk pengangkut yang tidak tersedia.
Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian yang dilakukan untuk menjamin efektifitas dan efisiensi pemupukan dapat ditempuh antara lain:
Untuk menjamin pupuk tersedia tepat waktu maka bagian pengadaan bekerjasama dengan kebun dan penelitian dalam pengadaan seperti jadwal pemesanan, pengiriman dan penerimaan pupuk dikebun.
Untuk menjamin pupuk yang dibeli berkwalitas baik dilakukan test kualitas dilaboratorium
Untuk menjamin pemupukan dilakukan tepat waktu berdasrkan data curah hujan
Untuk menjamin bahwa semua tanaman telah dipupuk dengan tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat aplikasi pupuk perlu pengawasan dari Manajer kebun, assistant dan mandor.
Untk menjamin terhindarnya dari risiko kehilangan/pencurian, pastikan pengawasan dari mulai pengangkutan pupuk dari gudang samapi kelapangan serta selesai diaplikasikan.
Untuk menjamin kelancaran aktivitas transportasi pengangkutan pupuk, pastikan sarana jalan dan jembatan terpelihara dengan baik serta tersedia truk pengangkut pupuk
Peranan Internal Auditor dalam mendukung kelancaran aktivitas pengendalian pemupukan
Untuk menjamin kelancaran aktivitas pengendalaian pemupukan, Internal Auditor berperan serta dalam mengevaluasi aplikasi dilapangan sekaligus memberikan saran bila terdapat kelemahan dalam aplikasi atas kebijakan yang telah ditetapkan
Sejalan dengana rah dan perkembangan Internal Auditor, peranan Internal Auditor era 2000 bukan saja menguji ketaatan, tetapi sebagai berperan sebagai consultant dan catalyst.
Minggu, 16 November 2008
Persiapan & Pembibitan Kelapa Sawit
1. Persiapan Pembibitan
Semprot lahan dengan herbisida glyphosate dosis 1,5 -2 liter / ha atau dicampur dengan Diamine 0,5 l/ha sebelum pengiriman tanah ke bibitan.
2 Tanah
Ambil dari area non-kelapa sawit, Top soil diambil dari permukaan tanah yang berstruktur baik sedalam 0-20 cm yang bebas dari hama dan penyakit (misal bukan dari areal Ganoderma). Tanah harus yang subur ditandai dengan adanya ground cover. pertumbuhan penutup tanah yg bagus. Tanah harus mempunyai drainase yg baik (misalnya tanah bebas dari genangan air setelah penyiraman). Jika hanya tanah liat yang tersedia, campur dengan 20% pasir kasar.
3 Pembibitan satu tahap.
Campurkan 1 ton tanah ayakan dengan 3 kg phospate (atau 50 kg POME kering) untuk large polybags (i.e. 60g RP or 1 kg POME per pengisian 50 polibag besar (setara 60g RP atau 1 big polybag) kg POME per polibag besar)
Isi polybag dengan ± 20 kg tanah sepenuhnya. Susun barisan yang terdiri dari 4 polibag per baris dengan jarak 10m diantara barisan. Siram selama 1 minggu dan jika perlu tanah ditambah lagi sampai berkisar 2 cm dibawah permukaan polibag.
4. Pembibitan dua tahap
Isi polibag kecil dengan tanah ayakan. Tambahkan 20g rock phosphate dan campurkan secara merata. Polibag disusun rapat 10 baris dalam petak panjang 10m x 0.8m berisi 1200 polibag. Jarak antara petak bibit adalah 0.8m.
Dianjurkan untuk menggunakan papan kayu ukuran lebar 20-cm di sekeliling bibit untuk mengurangi seleksi pada bibit yang terletak dipinggir.
5. Penanaman benih
Plumula (ujung yang lebih halus/licin) harus diatas dan ditutup dengan tanah 1 cm. Jangan keluarkan benih dari kotak sebelum siap tanam dan letakkan kotak ditempat teduh atau diruangan ber-AC. Penanaman berdasarkan nomor “bref” (Nomor Referensi Penyerbukan)
6. Perhitungan benih
Sebelum dan sesudah penanaman, hal-hal tersebut di bawah harus dicatat :
- jumlah benih yang diterima
- jumlah benih yang rusak
- jumlah benih yang terinfeksi jamur
Benih yang terinfeksi jamur, diberi pelakuan dengan dithane 0.2% selama 2 menit dan ditanam ditempat terpisah. Benih-benih ini dicatat ketika ditanan.
Catat juga bibit-bibit yang terkena:
- Culling I pada umur 3 bulan,
- Culling II pada umur 6 bulan
- Culling III pada umur 9 bulan setelah tanam.
7. Naungan
Secara umum tidak perlu. Namun demikian, bila temperatur sangat tinggi dan kelembaban rendah, letakkan “lalang/jerami kering” dipermukaan polibag dan dibuang setelah 2 minggu.
8. Mulsa
Jika tersedia, tambahkan potongan cangkang sawit atau jerami/lalang kering di polibag untuk mengurangi penguapan, menghalangi tumbuhnya gulma dan mencegah erosi tanah saat penyiraman.
9. Penyiraman
Pada pagi dan sore hari, siram kurang lebih 1 liter air untuk polibag besar (atau 150ml untuk polibag kecil), jika curah hujan hari sebelumnya kurang dari 8 mm.
10. Jadwal pemupukkan
Ikuti pemupukan kelapa sawit.
11. Penyiangan gulma
Setelah penanaman, penyiangan gulma diluar dan didalam polibag dilakukan secara manual.
12. Pertumbuhan ganda/Triple
Tinggalkan yang terkuat lainnya dimusnahkan.
13. Seleksi/Pemunashaan
- Tipe kelapa sawit yang akan di culling terlampir
- Setelah culing pertama (3 bulan) pada bibitan satu tahap, dilakukan penjarangan polibag menjadi 90cm x 90cm segitiga (78cm diantara barisan).
- Untuk bibitan 2 tahap, bibit dari polibag kecil dipindahkan ke polibag besar dan disusun 90cm x 90cm berbentuk segitiga.
14. Collante
Jika persentase bibit dengan gejala collante tinggi hal ini biasanya disebabkan oleh penyiraman yang kurang. Karena gejala collante bukan geajala abnormal yang bersifat genetic, bibit collante tersebut harus dipelihara dan penyiraman ditambah.
15. Hama dan Penyakit
Jika ada serangan hama atau penyakit, lakukan tindakan sesuai petunjuk Hama dan Penyakit
Rabu, 22 Oktober 2008
Perjalanan dan Karir
Pendidikan terakhir yang dijalani di Fakultas Pertanian Jurusan Teknik Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Medan angkatan 1997.
Pendidikan di USU dilalui selama 4 Tahun 7 Bulan (Selesai Maret 2002)
Selanjutnya pengalaman karir yang pernah dilalui adalah:
Tahun 2003 - 2004 Sebagai Field Assistant di PT. United Kingdom Indonesia (Ukindo)
Tahun 2004 - sekarang (2008) masih aktif di PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk sebagai Internal Auditor.
Pengalaman Training yang pernah diikuti adalah:
I/A In House Training Medan Office 12 Oct. 2004
Workshop BPRA with Team EY Consultant Emerald Garden Hotel - Medan 09 May 2005
TD System Training with Team TD & ROA Stock Exchange Club - Medan 20 Jun. 2005
IA Manual Training with Team EY Conslt Garuda Plaza Hotel - Medan 27 Jul. 2005
Audit Intern Tkt Dasar I YPIA Sucofindo -Jakarta 03 Oct. 2005
Audit Intern Tkt Dasar II YPIA Sucofindo -Jakarta
Audit Intern Tkt Lanjutan I YPIA Sucofindo -Jakarta
Audit Intern Tkt Lanjutan II YPIA Sucofindo -Jakarta
Audit Intern Tkt Manajerial YPIA Sucofindo -Jakarta 06 Feb. 2006Report Writing Stock Exchange Club - Medan 18 Dec. 2006
Risk Assasment & Internal Control Stock Exchange Club - Medan 18 Dec 2006
Report Writing Stock Exchange Club - Medan 21 Dec 2006
Managing Office Skill GML Consulting Service 21 May 2007
IA & RM Conference Classie Hotel - Palembang 06 Agus 2007
Effective Problem Solving Jakarta 19 Nov 2007
The IIA Conference Indonesian Chapter Hotel Aston - Bandung 6 Dec 2007
IA & RM Confernce Bandung 26 Agust2008
Pengalaman Audit:
Pelaksanaan audit routine sesuai dengan Annual Audit Plan (AAP) yang telah ditetapkan, Special Audit dan Ad Hoc Audit (Audit komperhensif bersama unit terkait)
Penugasan sebagai Team Leader



